Jumat, 17 Desember 2010

waktu

Dalam perjalanan ini aku melihat siluet senja tersenyum di balik rimbunan awan. Aku tau semua terjadi seperti adanya.seperti Allah menakdirkan atasku satu senyuman untuk masa dimana 5 tahun kuhabiskan membentuk cakra. Sebuah kekuatan untuk mengeja kenyataan inlah takdirku.
Taklepas dari ingatku setumpuk masa tentang kita. Sebuah wadah dimana cerita itu terlukis di kanvas tak berwujud tapi sangat nyata dan merubah pandangku tentang hidup. Kali ini aku berada dalam mengukur jarak ke tempat dimana aku pernah bernafas selama 18. Dan sekali lagi ini dimensiku atas garis ketentuan yang terputuskan akan nafas yang kuhembuskan.
Selat sunda, 8 februari 2010


Dan masa itu kembali lagi
Seperti waktu lalu yang berlalu kabur
Gelap dan hilang entah mengendap di dimensi mana
Dalam diam semua tak terkira
Tiba-tiba waktu berujar
Sesuatu telah berakit membentuk makna
Aku tau karena ini salah
Namun beribarat kesalahan yang berirama
Merdu tanpa tahu pada akhirnya
Semua ini salah
Dan ketika ini
Semua berujung lagi pada kesalahan
Dan mudah2an belum mengendap
Hingga tak akan pernah berkambuh lagi
Arosuka, 10 maret 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar