apa yang terlintas
melihat setumpuk batu diantara pijakan jemari kaki
aliran nadi memerah
tapi bukan sakit
karena hatiku lebih kelabu dari batu
lebih lunak lagi tentunya
apa yang terlintas
sesaat kumelihat punggung
pernah berdekap menyatu
namun pergi dengan semua fana yang menjadi fana
apa yang terlintas
dunia masih
masih berdiri untuk diri
bergelimang dalam hati yang porak
apa yang terlintas
karena dunia masih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar