Jumat, 17 Desember 2010

waktu

Dalam perjalanan ini aku melihat siluet senja tersenyum di balik rimbunan awan. Aku tau semua terjadi seperti adanya.seperti Allah menakdirkan atasku satu senyuman untuk masa dimana 5 tahun kuhabiskan membentuk cakra. Sebuah kekuatan untuk mengeja kenyataan inlah takdirku.
Taklepas dari ingatku setumpuk masa tentang kita. Sebuah wadah dimana cerita itu terlukis di kanvas tak berwujud tapi sangat nyata dan merubah pandangku tentang hidup. Kali ini aku berada dalam mengukur jarak ke tempat dimana aku pernah bernafas selama 18. Dan sekali lagi ini dimensiku atas garis ketentuan yang terputuskan akan nafas yang kuhembuskan.
Selat sunda, 8 februari 2010


Dan masa itu kembali lagi
Seperti waktu lalu yang berlalu kabur
Gelap dan hilang entah mengendap di dimensi mana
Dalam diam semua tak terkira
Tiba-tiba waktu berujar
Sesuatu telah berakit membentuk makna
Aku tau karena ini salah
Namun beribarat kesalahan yang berirama
Merdu tanpa tahu pada akhirnya
Semua ini salah
Dan ketika ini
Semua berujung lagi pada kesalahan
Dan mudah2an belum mengendap
Hingga tak akan pernah berkambuh lagi
Arosuka, 10 maret 2010

25

saya telah ada 25
dan saya ingin kamu ada
dimana kamu???
ketika saya ingin, saya tidak ingin kamu hilang

atau tetap sembunyi disini
biar saat ini saya menunggu
menunggu kamu selesai dengan dia
saya ingin kamu
bukan yang lain...jadi biar hanya kamu

atau kamu pergi???
hmm..ahhh..janganlah begitu
jangan pergi...
saya ingin kamu bukan yang lain

dan jika ada dia...???
tidak..saya tidak cemburu..
saya tidak sakit hati...
buktinya saya masih ada disini menunggumu

tapi jangan lama...
saya masih disini..
jangan lama...karena sama sepertimu..
saya tidak suka menunggu

saya telah ada 25
dan untuk selanjutnya setiap pertambahan satu
saya ingin ada kamu

Sabtu, 11 Desember 2010

dunia masih

apa yang terlintas
melihat setumpuk batu diantara pijakan jemari kaki
aliran nadi memerah
tapi bukan sakit
karena hatiku lebih kelabu dari batu
lebih lunak lagi tentunya

apa yang terlintas
sesaat kumelihat punggung
pernah berdekap menyatu
namun pergi dengan semua fana yang menjadi fana

apa yang terlintas
dunia masih
masih berdiri untuk diri
bergelimang dalam hati yang porak

apa yang terlintas
karena dunia masih

Jumat, 10 Desember 2010

lagi...dia

Lagi2 dia
sebuah asa singkat
pernah dalam beberapa saat mendambanya.Dalam ruang sempit di kegamangan.Setiap hembusku mengasa akan dia.Setiap detak ku menderu dalam gairahny walau tak sampai mengantar libido di ambang batas.Terkatung dalam geraman dan dia lari menderu.
Pernah...Lagi2 dia masuk.Dan tak lagi ber asa karena ketika itu lagi,dia kembali lari
dan kini,lagi2 dia menyinggahi...
Dasar setan...Jangan ganggu otak gw!

nya

Jika harus berkata iya
niat itu yang akan terjalin
saat ini semua berjibaku dalam rasa
setumpuk maksud entah siapa yang memulai
aku sendiri merajuk
ini nyata atau hanya tipuan
diantara bayang yang berbentuk dia
dunia berubah memerah
setidaknya itu yang berjibaku dalam dadungku
bergerak perlahan
di sana aku melihat kepakan sayap
bergeser dan menghantam sebuah kegundahan
haruskah aku menjawab riak
ketika itu yang ditanyakan
ataukah aku harus menjawab air
ketika api membakarku dalam birahinya
yang entah dia tau atau tidak
kartu itu sedang berada di jalannya

titik

Di sana aku melihat genangan kunang-kunang
berbaur merangkai buraman makna
selayang bertubi jantungku terhujam
seperti sakit dan nyaris bernanah
makna sukur tak lagi terkuasa terbersit
sulit berhasrat....
aku ingin dia...setidaknya selalu bergumam
dalam bawah sadarku selalu dia
andai bumi itu tau dan dia mengerti
jenuh sempat hadir
namun sayang mencengkeram giat sebuah rasa
hanya mendesah ikhlas ketika lelah bertabu dengan waktu

detik...tentang

Saya seperti berada di titik nadir,seperti sendiri menyulam setiap nafas tentang dia.memang pada saat ini banyak makna.makna dr setiap kata dalam masalah saya.saya tidak mau munafik mengenai ini,maaf saya masih sangat menyayangi dia.sebuah titik dimana saya benar2 hilang dan skrg dia juga yg membuat saya sakit,terluka dan terpuruk.namun aneh pada saat ini saya masih cenderung untuk stuck di sini,di posisi saya bergeming.
Saya yakin akan banyak jln keluar dr masalah ini dan saya putuskan utk bercerita pada manusia di sekitar saya dan betapa tertutupnya hati saya atw mngkin sbnarnya sblmnya saya tidak pernah tahu.begitu banyak yg tulus memberikan sayang pada saya ketika saya terus mengejar kasih sayang yg mngkin tdk akan pernah saya dapatkan.membayangkan itu saja sangat sakit dan menyiksa namun saya yakin suatu saat saya pasti akan sembuh,pulih dari keterlukaan ini cepat atw lambat.
Satu point yg jelas pada saat ini,saya bisa mengerti dan sadar tentang sebuah kasih sayang yg tulus.

ketika

Dan wktu kembali menguji
sebuah perumpamaan diantara berbagai riak
aku hanya sejumput debu yg terobang
tertatih pasrah mengikut arus
lihat berbagai resah
tiap hembus hanya dia
setitik embun untuk bumi ringkih
bersinar harus
meski redup
meski sakit
ingin tetap ada senyum
diantara siluet nada bermelodi sendu
dan ingin teguh,hingga akhirnya dia tau
hanya ada aku yg tulus untuknya