untuk hati, pikiran, masalah, dilemma, masa, kejadian dan setiap moment yang mungkin hanya dapat dituliskan dalam rangkaian kata...
Rabu, 18 Agustus 2010
antara dia
Hendak ingin bercerita tentang semalam, saya sejenak duduk. Merenungi setiap arti degupan nafas yang terus berdegup kencang hanya gara-gara cerita sebuah mimpi yang entah itu sebuah firasat atau hanya sebuah episode fiksi bernama mimpi semu. Seperti nyata ketika faktanya dalam mimpi saya kehilangan dia. Seseorang yang akhir-akhir ini selalu menghabiskan banyak masa bersama saya.
Hingga akhirnya semua cerita itu mengalir. Degup kencang takut kehilangan tersampaikan karena pada hakikat nyatanya saya benar-benar takut kehilangan dia. Setidaknya ini yang saya rasakan sejak hari-hari kemarin sampai saat ini ketika saya duduk merenung melimpahkan apa yang dari tadi terus menerus mengobrak-abrik tatanan pikiran saya.
Ketika kehilangan itu memang harus terjadi, semua usai tanpa bekas, saya hanya ingin tetap hanya menyayangi dia. Berharap tidak untuk yang lain karena pada saat itu terjadi saya ingin mengunci rasa ini dalam histori hati yang paling saya kenang dan tidak ingin diobrak-abrik oleh sosok lain “bernama dia”.
Dan pada akhirnya saya hanya menyimpulkan, setidaknya saat ini saya dapat bahagia, dapat tersenyum dengan apa yang ada sekarang dan terima kasih telah pernah ada dalam perjalanan ini.
Senin, 09 Agustus 2010
saya, dia, mereka
Dan tanpa saya sadari banyak sekali orang-orang yang berwujud manusia yang ikut berperan dalam hidup saya. Hidup yang sebenarnya seperti panggung sandiwara kata sebuah lagu. Tapi saya mulai tidak setuju dengan ungkapan seperti ini. Hidup yang saya jalani tidak mungkin dapat saya putar ulang seperti sebuah drama. Tidak dapat saya gantikan dengan peran pengganti jika saya tidak menghendaki untuk melakukan salah satu adegan dalam peran saya. Atau mungkin jika saya tidak suka saya akan berlalu dan meninggalkan peran itu karena tidak saya sukai dan tidak sesuai dengan apa yang ada dalam keinginan saya. Jika dalam sandiwara saya bisa memprotek diri saya dari hal-hal yang dapat melukai saya, dalam hidup dan takdir saya, saya tidak akan pernah bisa menghindar. Jika harus menangis, saya pasti akan menangis tanpa harus ditambah dengan air mata buatan. Jika harus tertawa saya pasti akan tertawa, tanpa harus mengingat semua hal yang dapat membuat saya tertawa terbahak-bahak. Dan jika berdarah maka berdarah lah.
Dalam hidup yang mulai saya sadari bahwa ini adalah hidup saya, saya mulai mengerti dan berusaha untuk memahami apa yang ditakdirkan Tuhan untuk saya. Satu kalimat yang dari dulu berusaha saya selami “hanya padaku Tuhan menitipkan takdir seperti ini karena Dia sangat tahu bahwa hanyaaku yang bisa menjalani hidup seperti ini”. Sepertinya sangat sederhana sekali namun sangat sulit untuk diterima dan dijalani dengan ikhlas. Banyak hal seperti ketidaksanggupan dan ketidakterimaan atas takdir yang diberikanNya. Pertanyaan “kenapa gw g bisa seperti orang lain” sampai sekarang masih sering muncul ketika keegoisan berperan sangat kuat mengendalikan otak, otot dan seluruh persendian dan nadi yang berujung pada hentakan nafas.
Dan satu hal yang saya sadari dan harus saya mengerti adalah bahwa selama ini saya sering menutup mata dan berusaha menghindar dari semua masalah yang datang. Dan hal itu jugalah yang membuat saya menjadi seperti hilang dalam ranah yang seharusnya telah sangat saya mengerti. Sering mengendalikan dan mendustai diri saya tentang apa yang ada disekeliling saya bahkan hal yang tabu cenderung menjadi sebuah dongeng yang tidak mungkin terjadi dalam hidup saya. Pada detik ini dan pada umur ini untunglah saaya mulai mengerti, dosa dan pahala sebenarnya sejalan dengan semua tingkah dan takdir yang saya jalani dalam memenuhi tuntutan peran dalam hidup saya. Dalam setiap tindakan, ada dua resiko yang pasti akan saya dapatkan yang bernama dosa atau pahala itu sendiri.
Dosa dan pahala tentunya tercipta dari hubungan yang saya ciptakan dengan makhluk bernama manusia lainnya. Bahkan dengan semua komponen yang menyangkut dengan takdir yang saya jalani dan orang baik dan jahatlah yang bisa menjadi factor apakah saya akan menjadi baik dan buruk walaupun sebenarnya semuanya tergantung kepada saya sebagai peran utama dalam takdir saya.
Pada saat ini untunglah saya masih bisa tersenyum. Berada dalam lingkungan dan dekapan orang-orang terbaik (dalam bahasa saya) dalam hidup saya. Saya berada disekitar orang-orang yang care dan sayang dengan saya sebagai tokoh utama dalam takdir saya, yang memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya. Ingin sebenarnya mengenang mereka semua dalam tulisan ini. Namun tidak mungkin sepertinya saya tuliskan karena cerita takdir saya masih berjalan sampai akhirnya tugas saya untuk memerankan saya di dunia ini berakhir dengan lepasnya jiwa saya dari jasad ini. Dan hingga saat ini saya masih bersyukur atas manusia-manusia terbaik yang pernah saya rengkuh. Terutama seseorang yang sangat saya sayangi setelah ibu. Seseorang yang telah seperti teman, bahkan lebih dari saudara. Seseorang yang telah mengajari sesuatu yang sangat tidak ingin untuk saya jalani sebagai takdir saya. Seseorang yang telah menyadarkan saya bahwa tidak mungkin dan tidak ada gunanya menyalahi dan mempersalahkan semua jalan yang telah Tuhan takdirkan untuk saya. Sebuah jalan yang pada akhirnya belum saya ketahui karena saya sendiri tidak pernah diberi skenario untuk dihafal dan mudah-mudahan akan menjadi akhr bahagia. Karena “bukankah hidup kita akhirnya harus bahagia???”
Sabtu, 07 Agustus 2010
mungkin itu juga yang telah merubah pandangan gw tentang arti kedewasaan...dewasa hanyalah beban,semakin banyak tanggung jawab, semakin banyak tuntutan dan semakin banyak tekanan. dan itu yang sampai sekarang ingin gw hindari. takut menjadi dewasa.
Kamis, 05 Agustus 2010
me, my heart, my soul
Banyak yang mungkin tidak terkesan untuk terucap, adalah ketika yang diinginkan berbeda dengan nyata yang pada akhirnya mengalir sebagai sesuatu yang nyata. Sebuah kebesaran hati mungkin adalah sesuatu yang sangat bijak untuk terangkai. Seperti apa yang terjadi sekarang, sebuah rasa yang sebenarnya sangat ingin berbalas seperti apa yang kuinginkan. Merasa jatuh pada ranah kasih sayang adalah sesuatu yang sangat sulit untuk terasa dalam masa 24 tahun yang kujalani. Seperti pada saat ini adalah rasa yang telah 4 tahun belakangan tidak pernah terasa lagi. Dan akhirnya rasa itu timbul lagi pada seseorang yang benar-benar aku sayangi.
Namun cerita yang terjadi tidak sepenuhnya seperti apa yang aku inginkan, ketika rasa sayang itu tidak sepenuhnya dapat terfokus pada ku seorang. Dalam masa ini adalah kebijakan dan meredam keegoisan yang harus terusaha. Karena hubungan ini memang yang sangat kuinginkan. Mengalah dan member sebuah ketulusan mudah-mudahan akan menjadi kunci mati untukku menjaga apa yang saat ini terasa.
Minggu, 01 Agustus 2010
Dan
angkuh dan acuh
jujur,satu asa seakan pasti membaca
merangkai kepastian itu
dan dsini aku pernah menangis
berharu dan merintih
hidupku yakini asa
entah asa yang apa,
karena asa itu banyak
terbang melambung seringan kapas
bertabur dan bercengkrama dgn bintang
namun ketika ku coba gapai
ternyata awan gelap menghadang
dan dsini aku pernah menggelap
kalut menghadapi ketidakpastian
mencoba berangan dan berlirih
namun hanya dadung sendu
dan disini aku ingin mencoba berkabung
meratapi ketidakpastian
karena yakin ada pintu kepastian dibaliknya
berasa merajuk hingga bergema
yang pasti itu hanya ketidakpastian*
dan sekarang aku berjalan d atas jembatan ketidakpastian
meyakini ada satu pintu kepastian
walau masih gelap tanpa meraba kunci
tapi bagiku inilah lubang menganga d jembatan hidupku
karena bukankah layang2 tidak akan terbang tanpa adanya angin? **
* @ dr 5cm
**@ pernh dnger dr andre