Rabu, 28 Juli 2010

“WAJAH PURNAMA”

Wajah itu terlihat lagi

Menatap nanar cahaya yang memudar

Di dekapan sinar surya malam

Kegundahan yang tersimpan semakin menyala menutup senyum.

Entah hukuman, cacian atau makian……!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Semua berpaling meninggalkan tekanan di diri

Langit yang kuceritakan tentang ini

Memandang murung menatap iba

Alam yang kuteriaki tentang ini

Menghembus diri mengaitkan belaian

Wajah itu terlihat lagi

Beranjak meredup……tak lagi bersahabat dengan malam

Penghuni malam yang biasa melengking menyambut diri

Menatap tajam penuh Tanya??????

Burung malam yang biasa menyanyi merdu menemani

Tak lagi bisa bersuara

Sebab nada yang biasa mengikuti wajah t’lah ikut meredup

Wajah itu terlihat lagi

Semakin meredup …… dan mati

Meninggalkan sebuah kekakuan dan sebait kalimat

“malam harus pergi karena wajah purnama tak lagi bersinar menemani”

Bogor, 27 november 2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar