Sabtu, 31 Juli 2010

a letter from a heart

pada awalnya ku rasa ini adalah sesuatu yang menyenangkan. tapi apa yang pada saat ini muncul adalah sebuah rasa tersimpang di antara banyak cabang. entah ke arah mana harus ku pilih. kakiku tempat bertumpu terasa sangat goyah, lunglai dan rapuh. entah ke mana pada akhirnya akan kalah hingga akhirnya jatuh.tumpuanku pada saat ini terasa hilang setelah ada satu makna yang terucap dan tercerita. suatu keputusan yang berat. dan lagi pada saat ini, semakin dekat ku merasakan semakin kehilangan. kehilangan beribu tumpuan yang pernah terharap mampu mengontrolku untuk tidak terkecimpung ke dalam wadah yang rusak.
hahhhh...ada kalanya seperti ini, ketika aku butuh sandaran, bertumpu dan membelenggu gerakku, ketika aku di mata dan di rasa. itulah masa yang sangat ku rindukan, jika memang sesungguhnya masih ada hak untukku merasa...tapi sayang...hari ini hitam, kelam, dan tak berasa...hanya lunglai, letih namun dengan tekad bertahan yang masih sama. dengan rasa yang masih sama besarnya walau semakin lama ku rasa semakin banyak yang harus ku korbankan tanpa tau apa ujungnya dari semua pengorbanan yang kurasa saat ini.
dan semakin kesini aku semakin tanpa jelas...aku tidak pernah ingin kehilangan..apalagi dia, sebuah rasa yang tiba2 muncul dan sekarang masih sama seperti pertama...bahkan semakin besar...dan akhirnya aku tidak pernah berharap apa2 untuk petuahnya..aku hanya ingin sedikit...sedikit masa...sedikit rasa yang kuinginkan yang pada saat ini sangat sulit untuk dapat kuungkapkan...dan pada akhirnya..semua tertuju pada sebuah akhir pengorbanan....pengorbanan
dengan ikhlas...sangat ikhlas...dan pada akhirnya pengorbanan ini tak pernah ingin ku akhiri dengan sebuah kebencian...tidak pernah..karena aku masih mempunyai rasa yang besar yang memerlukan pengorbanan. dan keputusan ini adalah sebuah keputusan terbaik saat ini, tanpa ingin ku sesali suatu saat nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar