Sabtu, 31 Juli 2010

me vs my self (2)

Satu hal yang ingin tak pernah terasa adalah asa.Ketika bumi membentuk cakra, aku hanya lelah. Tertatih mengais dan mengumpul jejak.Pada akhirnya aku pasrah.Sangat pasrah karena titah yang tak berhapus. Aku benci rasa ini.Itu yang sebenarnya.Tapi aku suka dan sekaligus telah membunuhku di antara hujatan senyum, gelak, tawa, rengkuhan, rabaan.Aku benci itu tp aku rindu. Hah...Kali ini yg paling aneh.Sebuah roda berputar dan entah dimana posisiku dan apa yg nantinya ada. Tapi inilah aku, sebuah sosok dengan rasa yg sangat besar tapi harus memendam karena dia yg tak bisa jujur. Pernah...Atau mungkin tidak.Tapi takdirnya kini ku merindukan dia. Sosok yg tiba-tiba hadir dan skrg tiba-tiba berubah.Pernah...Dan kini aku bertahan...Bertahan...Bertahan...Dan bertahan sampai aku luka lg. Pernah...Mungkin..Aku tidak mengerti.....

a letter from a heart

pada awalnya ku rasa ini adalah sesuatu yang menyenangkan. tapi apa yang pada saat ini muncul adalah sebuah rasa tersimpang di antara banyak cabang. entah ke arah mana harus ku pilih. kakiku tempat bertumpu terasa sangat goyah, lunglai dan rapuh. entah ke mana pada akhirnya akan kalah hingga akhirnya jatuh.tumpuanku pada saat ini terasa hilang setelah ada satu makna yang terucap dan tercerita. suatu keputusan yang berat. dan lagi pada saat ini, semakin dekat ku merasakan semakin kehilangan. kehilangan beribu tumpuan yang pernah terharap mampu mengontrolku untuk tidak terkecimpung ke dalam wadah yang rusak.
hahhhh...ada kalanya seperti ini, ketika aku butuh sandaran, bertumpu dan membelenggu gerakku, ketika aku di mata dan di rasa. itulah masa yang sangat ku rindukan, jika memang sesungguhnya masih ada hak untukku merasa...tapi sayang...hari ini hitam, kelam, dan tak berasa...hanya lunglai, letih namun dengan tekad bertahan yang masih sama. dengan rasa yang masih sama besarnya walau semakin lama ku rasa semakin banyak yang harus ku korbankan tanpa tau apa ujungnya dari semua pengorbanan yang kurasa saat ini.
dan semakin kesini aku semakin tanpa jelas...aku tidak pernah ingin kehilangan..apalagi dia, sebuah rasa yang tiba2 muncul dan sekarang masih sama seperti pertama...bahkan semakin besar...dan akhirnya aku tidak pernah berharap apa2 untuk petuahnya..aku hanya ingin sedikit...sedikit masa...sedikit rasa yang kuinginkan yang pada saat ini sangat sulit untuk dapat kuungkapkan...dan pada akhirnya..semua tertuju pada sebuah akhir pengorbanan....pengorbanan
dengan ikhlas...sangat ikhlas...dan pada akhirnya pengorbanan ini tak pernah ingin ku akhiri dengan sebuah kebencian...tidak pernah..karena aku masih mempunyai rasa yang besar yang memerlukan pengorbanan. dan keputusan ini adalah sebuah keputusan terbaik saat ini, tanpa ingin ku sesali suatu saat nanti.

broke

setidaknya sekarang saya kembali ke titik balik. ternyata kedewasaan adalah ketakutan terbesar saya. takut akan masa depan, takut akan tanggung jawab dan takut akan segala konsekuensi dari setiap sikap salah yang saya ambil.
hari ini kembali ketakutan itu datang, dmn saya harus bersikap benar2 sebagai penengah namun pada akhirnya saya tidak kuat. hanya sebuah langkah kecil yang akhirnya membuat saya pergi dari pintu meninggalkan tempat yang seharusnya sangat nyaman untuk saya tinggali.
sedikit egois..oh tidak...sangat egois. itu saya tau tapi pada saat ini saya masih belum berani mengambil sikap sama seperti sikap apa yang harus saya ambil ketika saya harus terus selalu memendam apa yang seharusnya saya ungkapkan. kembali lagi bahwa saya masih takut untuk berterus terang dan menentukan sikap apa yang harus saya ambil.
pada saat ini saya masih sangat ingin dimengerti dan belum ingin mau bergelut dengan masalah yang sama tiap masanya.
hahhhh....pada saat ini saya masih mencari kunci. dmn sebenarnya inti dari hidup yang sedang saya jalani. yang saya tau pada saat ini saya masih terus berjalan di antara masa yang bernama takdir.

Jumat, 30 Juli 2010

Ara

Ara………………..

Ketika datang dia tak berhembus meniup nafas

Menyusup menguasai hati tak berparas

Merangkul cinta tanpa merampas

Ara…………………

Ketika pergi dia meninggalkan angan yang sedang tumbuh subur

Menghisap petikan ruh dan membawa kabur

Menutup sebuah cerita yang ikut hilang di bawa kubur

Ara……………………..

me vs my self

keegoisan...ketika setelah sekian tahu lepas dari masa-masa remaja baru singgah..buset...terlambat dewasa...banyak yang bilang seerti itu..but who know????menurut saya tidak ada yang lebih mengenal saya pada saat ini selain diri saya sendiri. dulu mungkin saya adalah termasuk dalam kelompok yang suka menjudge mereka yang mementingkan keegoisan pribadi dan pada saat ini seperti karma. semua seperti baru muncul dalam sosok saya yang sebenarnya tidak pernah terfikirkan akan seperti ini.
pada awalnya saya hanyalah seseorang...biasa, dan lebih mementingkan apa yang orang lain (keluarga n teman) inginkan dari saya (dalam artian positif. yah sebuah pengorbanan selalu saya tempuh untuk memberi manfaat bagi orang lain dan orang-orang yang mengharapkan saya...
dan pada akhirnya saya jenuh...saya letih dan lelah...pada saat ini saya ingin bersenang-senang dengan diri saya...dan mungkin pada akhirnya saya akan menyesal...menyesal karena ujung dari keegoisan ini adalah sebuah kesakitan yang saya torehkan...tapi bagaimana saya merasakan sakit itu???dan itulah yang saya cari. secepat mungkin saya menyesal, secepat itu juga sepertinya keegoisan ini aan pudar

Rabu, 28 Juli 2010

“WAJAH PURNAMA”

Wajah itu terlihat lagi

Menatap nanar cahaya yang memudar

Di dekapan sinar surya malam

Kegundahan yang tersimpan semakin menyala menutup senyum.

Entah hukuman, cacian atau makian……!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Semua berpaling meninggalkan tekanan di diri

Langit yang kuceritakan tentang ini

Memandang murung menatap iba

Alam yang kuteriaki tentang ini

Menghembus diri mengaitkan belaian

Wajah itu terlihat lagi

Beranjak meredup……tak lagi bersahabat dengan malam

Penghuni malam yang biasa melengking menyambut diri

Menatap tajam penuh Tanya??????

Burung malam yang biasa menyanyi merdu menemani

Tak lagi bisa bersuara

Sebab nada yang biasa mengikuti wajah t’lah ikut meredup

Wajah itu terlihat lagi

Semakin meredup …… dan mati

Meninggalkan sebuah kekakuan dan sebait kalimat

“malam harus pergi karena wajah purnama tak lagi bersinar menemani”

Bogor, 27 november 2005

DULU…SEKARANG… DAN ESOK

Ini bukan cerita perjalanan hidup

Tetapi sejarahyang telah dilalui

Disaat berkaca kemasa lalu

Sebuah goresan manis dan pahit bertemu muka

Mengukir laju perasaan yang berkecamuk

Mengambang dan memndang linangan perasaan

Dari dua mata yang menatap kosong kemasa depan

Mengabaikan ngiangan bisikan pemacu harapan

Dari mereka yang telah mengukirkan impian dihari-hariku

Ini bukan cerita perjalanan hidup

Tetapi sebuah sejarah tentang hari ini

Berjamu kemasa dimana bayangan meraba diri

Menyentuh seluruh rasa yang dari dulu terkunci

Membuka gerbang kenangan yang yang telah lama terpendam

Mereka yang selalu mengiangkan harapan untukku

Mash berada disini meski yang lain berada jauh dari rangkulanku

Ini bukan cerita perjalanan hidup

Tetapi sebuah perjuangan meniti masa depan

Mengukir harapan dalam ingatan angan

Memenuhi panggilan suci hati nurani

Ini bukan cerita perjalanan hidup

Tetapi sebuah cerita penghayatan masa lalu……………………

Hari ini…………………… dan esok…………………

Bogor, 3 mei 2005