One day trip with trainers for
JICA program
Nah ini
dia jalan2 lagi. Awalnya nih tanggal 29 november itu udah mau fix jalan ke
Hiroshima sekitar 2 hari (29-30 November) sama teman dari spain and beberapa
teman lainnya. Rencana ini buyar begitu tau kalau suhu bakalan ngedrop terus
(kalau ini sih alasan) karena sebelumnya ada tawaran one day trip gratis
nemenenin peserta pelatihan dari Indonesia. Ini program dari JICA yang
bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia (ini kalau saya tidak
salah ya). Hitunga2an kalau ke Hiroshima kan bisa kapan2 tapi kalau tawaran
trip gratis kan jarang2 J
Soooooo jadilah membatalakan acara ke hiroshima dan
berangkatlah one day trip ke Rurikoji, Akiyoshidai dan Hagi city. so let`s go.... J
Pagi2 berangkat dari kaikan mengayuh sepeda (lumayan
olah raga dikit di tengah suhu yang mulai dingin, kebetulan lagi mau masuk
winter). Sekitar setengah jam nyampe di Kokusai hotel. Oh ya di rombongan yang
ikut pelatihan ini ada kenalan gw, Mb` Gita. Kebetulan dulu kita ikut diklat
bareng di Serpong. Nah disini pas nyampe say hai dulu karena sebelumnya gw dah ketemu
mereka dan nemenin ke kota sebelah (ya elah kesannya gimana ya kota sebelah)
tepatnya nemenin mereka shopping dan naik kereta ke Sunpark di Onoda.
Perjalanan ke onoda ini sepertinya meninggalkan kesan yang mendalam bagi teman2
yang ikut pelatihan karena saya dan miriam (teman dari spanyol) miscom tentang
nama stasiun (ini diceritain di halaman lain deh nanti).
Sekitar jam 9 kalau g salah kita berangkat nih dari
kokusai hotel. Ada 3 mahasiswa Yamaguchi univ yang ikut. Kebetulan yang master
saya sendiri dan yang dua lagi mahasiswa doctoral mb` Dhita (kebetulan senior
di IPB) sama Bli Rama.
Sekitar sepulahan menit berjalan bus berhenti (kalau g
salah di sekitaran city hall nya kota ube). Ada beberapa orang lagi yang ikut
trip ini. Gw g tau namanya volunteer atau apa yang jelas menurut senpai
biasanya begitu. Kalau ada trip kaya gini biasanya ada yang diajakin dari
masyarakat (mungkin dari perkumpulan tertentu atau apa gw juga g terlalu
paham). Berhenti beberapa saat akhirnya jalan lagi. Tujuan pertama RURIKOJI
TEMPLE. Ini perjalan ke dua saya ke sini
setelah perjalanan pertama yang lumayan drama J.
Sekitar sejaman nyampe deh di Rurikoji Temple.
Sejarahnya awalnya pada abad ke-16 samurai Ouchi Yoshihiro membangun Koshaku-ji
sebagai temple untuk memperingati anggota keluarganya. Di tahun 1442, pagoda
lima tingkat dibangun oleh Morimi yang merupakan adik dari Yoshihiro untuk
mengenang Yoshihiro. However, Koshakuji temple dipindah ke Hagi pada awal
periode Edo (lah ini kaya kenal nama ini, sshhhhhhaaaahhhaahhh #gw mulai
kege-eran). Setelah itu baru deh Rurikoji temple dibangun disini. Rurikoji
temple ini merupakan satu dari 3 pagoda terkenal di Jepang along with Daigoji
Temple di Kyoto dan Horyuji Temple di Nara (sumber informasi: dari informasi yang
tertera dekat temple). Bisa juga baca di link ini http://www.jnto.go.jp/eng/location/spot/shritemp/rurikoji.html
Kalau di Indonesia ada Dieang Plateau, di Yamaguchi
ada Akiyoshidai plateau. Terletak di kota Mine masih di Yamaguchi prefecture.
Lokasi ini merupakan daerah dengan konsentrasi karst tertinggi serta gua batu
kapur terluas dan terpanjang di Jepang. Kalau kesini benar-benar di manjain deh
sama pemandangan yang bagus. Berhenti di parkiran pintu masuk gua, dan berjalan
ke dalam gua (untuk harga tiket kurang tau karena ya tadi, namanya juga jalan
gratis jadi kita cuma dikasih tiket masuk aja J).
ini foto sama Masao Ukita Sensee sebelum masuk ke gua
Dan karena ini pertama kali gw kesini akhirnya gw suka
tertinggal di belakang (sengaja sih biar bisa poto-poto). Dan gw g sendiri, ada
senpai Dhita yang mau dimintain fotoin gw hahahahha.
ini dia Bli Rama dan Dhita
Puas poto-poto waktunya keluar. Trus pintu keluarnya mana? Haruskah gw manjat dinding trus tereak keluarkan akuuuuuu (lebaynya kumat). Eitsss g donk di dalamnya ada lift. Maksud lo?? Dalam gua ada lift?? Yup di dalam gua ini ada lift menuju ke puncak bukitnya...sooo ngantri yaaa....
Ok, sekarang waktunya makan siang. Bus yang tadi
nurunin kita di pintu masuk dah standby di pintu keluar. Ambil makanan trus
nyari spot bagus untuk menikmati makan siang yang tadi dah dibeli di
perjalanan. Kembali menyisihkan diri ke arah berbeda dari yang lain. Gw, Dhita
sama Bli rama ngambil posisi yang menurut gw bagus banget. Menikmati makan
habis itu lanjut poto-poto lagi J
Selesai dari Akiyoshidai akhirnya lanjut lagi ke
tujuan terakhr Kota Hagi, Kota Samurai yang masih sangat tradisional banget.
Kota ini saat ini memang menjadi tujuan wisata sejarah di Jepang. Menurut http://www.yukkejepang.com/2014/01/i-report-hagi-kota-tua-tua-keladi.html, Hagi ini merupakan kota kastil yang pernah menempati posisi penting dalam old
storynya Jepang dimana Klan Mori pernah berkuasa selama 250 tahun dan memegang
peranan penting dalam Restorasi meiji yang membawa Jepang ke arah modernisasi.
Di sini kita muter-muter, liat-liat sekeliling, mampir di
sebuah rumah menikmati teh buatan tuan rumah. Untuk menikmati teh ini kalau g
salah bayar juga. Cuma sekali lagi ya gw g tau bayarnya berapa karena dibayarin
hahahaha. Sebelum masuk ke rumah ada sedikit keributan lho yang memancing
perhatian. Seorang bapak Samurai (halah pantes g nih gw pake kata Bapak #bodo
ah) tiba-tiba keluar dari rumahnya. Tiba-tiba anak dari salah seorang dari
rombongan kita lari mendekat dan minta foto. Si Bapak Samurai yang dengan
perlengkapan dengan ramah membolehkan (awalnya gw ngeri liat si Bapak #seram
soalnya). Tau donk reaksi yang lain seperti apa? Menikmati minum tehnya di
undur dulu, semuanya pada lari mendekati si Bapak samurai minta foto (cieeee si
bapak jadi seleb niihhh).


ini di depan rumah tempat acara minum tehnya
Selesai minum teh ada teman dari Indonesia yang ngasih oleh-oleh sama si ibu yang nyediain teh. Si ibunya sampai terharu dan berkaca-kaca karena biasanya katanya g ada yang ngasih souvenir ke dia J (itulah kami bu, orang Indonesia memang suka begitu).
Ok, perjalanan keliling-kelilingnya lanjut lagi. Masih muter-muter dan sekali lagi masih foto-foto...eits...tiba-tiba Kobayashi san bawa empat cewe dengan Kimono nya...sepertinya mereka habis ada acara trus diminta Kobayashi san foto-foto sama kami. Jadilah mereka berempat objek lensa kamera.
Tujuan akhir telah tercapai (kota hagi) dan selanjutnya kembali ke Ube. Sekitar jam 8-9 malam nyampe di ube. Butuh tantangan besar dengan cuaca malam yang dingin mengayuh sepeda balik ke kaikan. Tapi untunglah persiapan pakaian yang lumayan hangat sangat membantu setidaknya sampai joyfull (mengisi perut yang minta diisi) J







Tidak ada komentar:
Posting Komentar