Kamis, 18 Februari 2016

One Day Trip Gratis, Alhamdulillah

One day trip with trainers for JICA program



Nah ini dia jalan2 lagi. Awalnya nih tanggal 29 november itu udah mau fix jalan ke Hiroshima sekitar 2 hari (29-30 November) sama teman dari spain and beberapa teman lainnya. Rencana ini buyar begitu tau kalau suhu bakalan ngedrop terus (kalau ini sih alasan) karena sebelumnya ada tawaran one day trip gratis nemenenin peserta pelatihan dari Indonesia. Ini program dari JICA yang bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia (ini kalau saya tidak salah ya). Hitunga2an kalau ke Hiroshima kan bisa kapan2 tapi kalau tawaran trip gratis kan jarang2 J
Soooooo jadilah membatalakan acara ke hiroshima dan berangkatlah one day trip ke Rurikoji, Akiyoshidai dan Hagi city. so let`s go.... J



Pagi2 berangkat dari kaikan mengayuh sepeda (lumayan olah raga dikit di tengah suhu yang mulai dingin, kebetulan lagi mau masuk winter). Sekitar setengah jam nyampe di Kokusai hotel. Oh ya di rombongan yang ikut pelatihan ini ada kenalan gw, Mb` Gita. Kebetulan dulu kita ikut diklat bareng di Serpong. Nah disini pas nyampe say hai dulu karena sebelumnya gw dah ketemu mereka dan nemenin ke kota sebelah (ya elah kesannya gimana ya kota sebelah) tepatnya nemenin mereka shopping dan naik kereta ke Sunpark di Onoda. Perjalanan ke onoda ini sepertinya meninggalkan kesan yang mendalam bagi teman2 yang ikut pelatihan karena saya dan miriam (teman dari spanyol) miscom tentang nama stasiun (ini diceritain di halaman lain deh nanti).
Sekitar jam 9 kalau g salah kita berangkat nih dari kokusai hotel. Ada 3 mahasiswa Yamaguchi univ yang ikut. Kebetulan yang master saya sendiri dan yang dua lagi mahasiswa doctoral mb` Dhita (kebetulan senior di IPB) sama Bli Rama.
Sekitar sepulahan menit berjalan bus berhenti (kalau g salah di sekitaran city hall nya kota ube). Ada beberapa orang lagi yang ikut trip ini. Gw g tau namanya volunteer atau apa yang jelas menurut senpai biasanya begitu. Kalau ada trip kaya gini biasanya ada yang diajakin dari masyarakat (mungkin dari perkumpulan tertentu atau apa gw juga g terlalu paham). Berhenti beberapa saat akhirnya jalan lagi. Tujuan pertama RURIKOJI TEMPLE. Ini perjalan ke dua saya ke sini  setelah perjalanan pertama yang lumayan drama J.
           Sekitar sejaman nyampe deh di Rurikoji Temple. Sejarahnya awalnya pada abad ke-16 samurai Ouchi Yoshihiro membangun Koshaku-ji sebagai temple untuk memperingati anggota keluarganya. Di tahun 1442, pagoda lima tingkat dibangun oleh Morimi yang merupakan adik dari Yoshihiro untuk mengenang Yoshihiro. However, Koshakuji temple dipindah ke Hagi pada awal periode Edo (lah ini kaya kenal nama ini, sshhhhhhaaaahhhaahhh #gw mulai kege-eran). Setelah itu baru deh Rurikoji temple dibangun disini. Rurikoji temple ini merupakan satu dari 3 pagoda terkenal di Jepang along with Daigoji Temple di Kyoto dan Horyuji Temple di Nara (sumber informasi: dari informasi yang tertera dekat temple). Bisa juga baca di link ini http://www.jnto.go.jp/eng/location/spot/shritemp/rurikoji.html




Ada sekitar sejaman di Rurikoji, dan biasa sambil foto2... (kali ini gw lebih banyak motoin karena dah pernah juga berfoto berbagai macam gaya disini, gaya terbang, gaya jungkir balik, gaya kayang, gaya bengong, gaya tidur, pokoknya berbagai macam gaya yang bikin malu kalau diposting). Selanjutnya perjalan berlanjut ke AKIYOSHIDAI.

Kalau di Indonesia ada Dieang Plateau, di Yamaguchi ada Akiyoshidai plateau. Terletak di kota Mine masih di Yamaguchi prefecture. Lokasi ini merupakan daerah dengan konsentrasi karst tertinggi serta gua batu kapur terluas dan terpanjang di Jepang. Kalau kesini benar-benar di manjain deh sama pemandangan yang bagus. Berhenti di parkiran pintu masuk gua, dan berjalan ke dalam gua (untuk harga tiket kurang tau karena ya tadi, namanya juga jalan gratis jadi kita cuma dikasih tiket masuk aja J).


ini foto sama Masao Ukita Sensee sebelum masuk ke gua

Dan karena ini pertama kali gw kesini akhirnya gw suka tertinggal di belakang (sengaja sih biar bisa poto-poto). Dan gw g sendiri, ada senpai Dhita yang mau dimintain fotoin gw hahahahha. 


                                                                               ini dia Bli Rama dan Dhita


Puas poto-poto waktunya keluar. Trus pintu keluarnya mana? Haruskah gw manjat dinding trus tereak keluarkan akuuuuuu (lebaynya kumat). Eitsss g donk di dalamnya ada lift. Maksud lo?? Dalam gua ada lift?? Yup di dalam gua ini ada lift menuju ke puncak bukitnya...sooo ngantri yaaa....

Ok, sekarang waktunya makan siang. Bus yang tadi nurunin kita di pintu masuk dah standby di pintu keluar. Ambil makanan trus nyari spot bagus untuk menikmati makan siang yang tadi dah dibeli di perjalanan. Kembali menyisihkan diri ke arah berbeda dari yang lain. Gw, Dhita sama Bli rama ngambil posisi yang menurut gw bagus banget. Menikmati makan habis itu lanjut poto-poto lagi J






Selesai dari Akiyoshidai akhirnya lanjut lagi ke tujuan terakhr Kota Hagi, Kota Samurai yang masih sangat tradisional banget. Kota ini saat ini memang menjadi tujuan wisata sejarah di Jepang. Menurut http://www.yukkejepang.com/2014/01/i-report-hagi-kota-tua-tua-keladi.html, Hagi ini merupakan kota kastil yang pernah menempati posisi penting dalam old storynya Jepang dimana Klan Mori pernah berkuasa selama 250 tahun dan memegang peranan penting dalam Restorasi meiji yang membawa Jepang ke arah modernisasi.


Di sini kita muter-muter, liat-liat sekeliling, mampir di sebuah rumah menikmati teh buatan tuan rumah. Untuk menikmati teh ini kalau g salah bayar juga. Cuma sekali lagi ya gw g tau bayarnya berapa karena dibayarin hahahaha. Sebelum masuk ke rumah ada sedikit keributan lho yang memancing perhatian. Seorang bapak Samurai (halah pantes g nih gw pake kata Bapak #bodo ah) tiba-tiba keluar dari rumahnya. Tiba-tiba anak dari salah seorang dari rombongan kita lari mendekat dan minta foto. Si Bapak Samurai yang dengan perlengkapan dengan ramah membolehkan (awalnya gw ngeri liat si Bapak #seram soalnya). Tau donk reaksi yang lain seperti apa? Menikmati minum tehnya di undur dulu, semuanya pada lari mendekati si Bapak samurai minta foto (cieeee si bapak jadi seleb niihhh).




ini di depan rumah tempat acara minum tehnya

Selesai minum teh ada teman dari Indonesia yang ngasih oleh-oleh sama si ibu yang nyediain teh. Si ibunya sampai terharu dan berkaca-kaca karena biasanya katanya g ada yang ngasih souvenir ke dia J (itulah kami bu, orang Indonesia memang suka begitu).















Ok, perjalanan keliling-kelilingnya lanjut lagi. Masih muter-muter dan sekali lagi masih foto-foto...eits...tiba-tiba Kobayashi san bawa empat cewe dengan Kimono nya...sepertinya mereka habis ada acara trus diminta Kobayashi san foto-foto sama kami. Jadilah mereka berempat objek lensa kamera.




Tujuan akhir telah tercapai (kota hagi) dan selanjutnya kembali ke Ube. Sekitar jam 8-9 malam nyampe di ube. Butuh tantangan besar dengan cuaca malam yang dingin mengayuh sepeda balik ke kaikan. Tapi untunglah persiapan pakaian yang lumayan hangat sangat membantu setidaknya sampai joyfull (mengisi perut yang minta diisi) J


*few photos were taken from Kobayashi san`s and Taki san`s facebook accounts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar