wajah purnama
untuk hati, pikiran, masalah, dilemma, masa, kejadian dan setiap moment yang mungkin hanya dapat dituliskan dalam rangkaian kata...
Senin, 14 April 2025
Rabu, 30 Maret 2016
BEPPU
Jepang dan Onsen,
identik banget ya. Onsen, pemandian air panas alam yang sangat terkenal di
Jepang. Dan Beppu, daerah yang sangat terkenal sebagai pusat onsen di Jepang.
Dan berdasarkan acara “The Ichiban” (ni acara gw taunya karena yang ngehost-in
nya Haruka Nakagawa), the ichiban onsen di Jepang itu adanya di Beppu, Hyotan Onsen.
Udah lama sih pengen
have a trip ke Beppu Cuma karena waktu itu belum ada teman yang bisa diajak
kesana jadinya ditunda-tunda terus. Lah kok sekarang g sendirian??? Alasannya
karena kalau kesana g afdhal kala g nginap, dan biaya hotel lumayan mahal kalau
sendiri jadilah menunggu teman. hahahahhaha (maaf saya hanya mahasiswa di
perantauan J.
Dan ceritanya berawal
ketika salah seorang teman (valdy) tiba-tiba menghubungi dan ngabari kalau dia
lagi di Fukuoka. Dari sana dimulailah obrolan pengaturan jadwal trip. Niatnya
mau ke Beppu tanggal 12 and 13 march tapi karena berhubung tanggal 12 gw ada
acara dari Ube City Office jadinya gw g bisa kalau tanggal segitu kesana.
Akhirnya gw tawarin aja ke Ube city (kota yang walaupun kecil tapi sangat
menyenangkan bagi gw-ini jujur lho). Untuk ke Beppu kita planning ulang sabtu
depannya (19 maret 2016).
Oh iya, valdy ini stay
nya di Singapore, ke Fukuoka ada kursus nihongo selama sebulan. Kalau bagi gw
kursus bahasa jepang sebulan langsung ke Jepangnya sepertinya hanya
menghambur-hamburkan duit. Tapi beda orang, beda kondisi dan beda pemikiran
jadi mari kita tinggalkan perihal kursus ini.
Singkat cerita
akhirnya tanggal 12 dan 13 maret setelah acara dengan Ube City Office, tugas
nge guide gw dimulai, menjamu di apato yang sebenarnya g boleh bawa tamu, tapi
gpp kalau g ketahuan hahaha. Satu tempat yang kita tuju tanggal 13 maret hanya
Akiyoshidai (masih di Yamaguchi prefecture) untuk penjelasan tempat ini udah
dibahas di tulisan sebelumnya. Kondisinya masih sama dan ceritanya masih sama
jadi ya di skip aja.
Seminggu berlalu
akhirnya trip to Beppu dimulai. Tanggal 18 Maret gw off ke Fukuoka. Hari itu gw
memilih naik bus karena cuaca hujan dan gw habis demam jadi biar g kelelahan
naik kereta yang harus ganti kereta 2 kali mending naik bus yang langsung
berhenti di Hakata Eki. Sekitar jam 2an nyampe Hakata, nunggu melongo sekitar
15 menit lebih. Sedikit emosi karena emang gw g suka nunggu and ini orang
dihubungi via line g dibaca-baca. Alhasil gw menahan emosi biar mood nya g
rusak hahahah.
Di Fukuoka kita nginap
di hotel. Loh kok di hotel? Yah karena berhubung dia tinggalnya di sharing
apato agak kurang convenience sama penghuni lain. So dia mutusin stay di hotel
aja. Sayang sih duitnya, Cuma y udah gw ngikut aja (sebenarnya sampai sekarang
masih g enak karena dia mesti bayar hotel sendiri dan gw g boleh tau – walau
akhirnya gw tau lumayan mahal. Tapi ya udahlah dia g mau sharing biaya-ya gw
nikmati aja walau agak keberatan). Check ini di hotel trus istirahat bentar
kita move ke apatonya valdy ngambil perlengkapannya untuk ke Beppu besok. Malam
nya nyari makan di Hakata trus balik ke hotel dan istirahat buat perjalanan
besok pagi.
19 Maret 2016
O-ha-yooooooooo.....pagiiiiiiiii
jam setengah sembilanan kita check out, nyari sarapan and catch the train at
10.04. jalan keluar eh taunya hujan. Padahal hari sebelumnya check ramalan
cuaca g hujan, tapi pagi ini malah gerimis, payung cuma satu dan kalau gw
bilang ini payungnya egois karena cukupnya buat satu orang aja, tapi ya udahlah
kondisi memaksa sepayung berdua. Berhubung gw g bisa makan sembarangan (alias
mesti nyari makanan halal) akhirnya kita nyari joyful terdekat (walaupun bukan
restoran khusus halal). Bermodalkan google map kita jalan kaki kesana. Huaaaa
ternyata cukup jauh. Nyampe disana 09.20. dan pesenannya nyampe sepuluh menit
kemudian. Awalnya gw bikin target selesai makan 5 menit tapi ya gitulah molor
lagi. Akhirnya sekitar 09.45 keluar joyful dan langsung bergegas menyeret kaki
biar segera nyampe eki dan fortunately hujannya dah berhenti jadi g perlu
sepayung berdua lagi so jalannya bisa dipercepat. Masa-masa injury time, cukup
ngos-ngosan, we got the train, satu menit sebelum jalan. Gw baru ingat pasmo gw
isinya g cukup untuk biaya perjalanan sampai Beppu, lalu??? Y udahlah kalau g
cukup bisa dibayar langsung di eki tujuan J so sebenarnya g ada masalah sih,
tapi dasarnya gw aja yang rada aneh hahahaha.
2 kali ganti kereta di Nishikokura dan Nakatsu (Oita) akhirnya sampai di Beppu Daigaku eki jam 14.09...ok, perjalanan masih berlanjut karena kita memutuskan jalan kaki sampai ke hotel karena menurut google map, jaraknya Cuma 15 menit jalan kaki. Oh ya masalah pasmo tadi ternyata disana ada mesin isi ulang so masalah pembayaran kereta api selesai. Dari Hakata eki ke Beppudaigaku eki ¥3.670. takaidesune.... tapi ya udahlah demi sampai di Beppu. Sebenarnya pada waktu ini gw bisa aja pake 18 kippu, Cuma karena jadwal hectic habis sakit dan memikirkan tugas kuliah jadi g kepikiran toh bedanya juga Cuma seribuan yen PP (lagak yeeeeeee).
Ok setelah jalan mengikuti jalur google map akhirnya kita sampai di hotel (Sun Valley Hotel). Kita baru nyadar dua hari sebelum berangkat kalau seninnya itu libur. Kata sensee itu equinox dimana lamanya siang dan malam sama. Kalau di Jepang waktu equinox jadi tanggal merah. Di bulan Maret dan September. Jadilah itu long weekend dan hotel pada penuh dan harganya melambung tinggi. Hotel ini ¥ 9,000/malam. Jadi untuk dua hari ¥ 18,000. Kebayangkan kalau sendirian. Di hotel ini di rooftopnya ada onsen, g terbuka sih tapi ada kaca lebar jadi sambil berendam bisa ngeliat pemandangan ke luar. Malam hari scenery nya lumayan bagus.
Hari ini kita habiskan jalan keliling kota yang ujung-ujungnya nyampe di yumetown. Muter-muter, beli minum and nyari makan malam. Kebetulan tadi ngeliat makanan halal (indian curry). Gw butuh daging jadi lah kita mampir disana.
2 kali ganti kereta di Nishikokura dan Nakatsu (Oita) akhirnya sampai di Beppu Daigaku eki jam 14.09...ok, perjalanan masih berlanjut karena kita memutuskan jalan kaki sampai ke hotel karena menurut google map, jaraknya Cuma 15 menit jalan kaki. Oh ya masalah pasmo tadi ternyata disana ada mesin isi ulang so masalah pembayaran kereta api selesai. Dari Hakata eki ke Beppudaigaku eki ¥3.670. takaidesune.... tapi ya udahlah demi sampai di Beppu. Sebenarnya pada waktu ini gw bisa aja pake 18 kippu, Cuma karena jadwal hectic habis sakit dan memikirkan tugas kuliah jadi g kepikiran toh bedanya juga Cuma seribuan yen PP (lagak yeeeeeee).
Ok setelah jalan mengikuti jalur google map akhirnya kita sampai di hotel (Sun Valley Hotel). Kita baru nyadar dua hari sebelum berangkat kalau seninnya itu libur. Kata sensee itu equinox dimana lamanya siang dan malam sama. Kalau di Jepang waktu equinox jadi tanggal merah. Di bulan Maret dan September. Jadilah itu long weekend dan hotel pada penuh dan harganya melambung tinggi. Hotel ini ¥ 9,000/malam. Jadi untuk dua hari ¥ 18,000. Kebayangkan kalau sendirian. Di hotel ini di rooftopnya ada onsen, g terbuka sih tapi ada kaca lebar jadi sambil berendam bisa ngeliat pemandangan ke luar. Malam hari scenery nya lumayan bagus.
Hari ini kita habiskan jalan keliling kota yang ujung-ujungnya nyampe di yumetown. Muter-muter, beli minum and nyari makan malam. Kebetulan tadi ngeliat makanan halal (indian curry). Gw butuh daging jadi lah kita mampir disana.
20 Maret 2016
Jam 07.00 pagi.
Ok siap-siap buat sarapan karena niatnya jam 08.00 jalan ke Hyotan Onsen. Was-was awalnya karena sepertinya ga ada yang bisa gw makan untuk sarapan di hotel. Tapi syukurlah ternyata ada ikan dan makanan lainnya yang bisa dimakan so ittadakimasu...
Untuk sarapan ternyata menghabiskan waktu lumayan banyak, jadi perjalanan ke onsennya telat. 08.45 pagi baru keluar dari hotel. Untungnya udara bagus banget. Cerah tapi ga terlalu panas. Seperti biasa memang niatny kita keliling Beppu g’ pake public transportation biar bisa santai dan menikmati kota ini. Rute yang digunain pun bukan jalan umum, tapi nyari jalan tersingkat, masuk gang, melewati sungai, ngelewatin perumahan orang yang satu kali bikin gw kaget karena gonggongan anjing pas kita lewat satu rumah. Satu hal lain yang bikin gw kagum disini, seperti kota lainnya di Jepang, sungainya itu lumayan bagus dan bersih walau pinggirnya di beton tapi rapi. Sedikit informasi nih, dapatnya dari sensee, katanya kalau manajemen sungai seperti ini merupakan kesalahan karena ekosistem sungai jadi terganggu, walaupun bagus diliat tapi komponen biotik dan abiotik aslinya jadi hilang. Jadi sejak lama sungai seperti ini di reklamasi lagi, pinggir beton ditutupi tanah lagi biar tumbuhan a.k.a rumput-rumputan bisa tumbuh tapi ya g’ semua sungai juga bisa dikembalikan seperti semula. Mungkin karena terlalu banyak kali ya.
Ok siap-siap buat sarapan karena niatnya jam 08.00 jalan ke Hyotan Onsen. Was-was awalnya karena sepertinya ga ada yang bisa gw makan untuk sarapan di hotel. Tapi syukurlah ternyata ada ikan dan makanan lainnya yang bisa dimakan so ittadakimasu...
Untuk sarapan ternyata menghabiskan waktu lumayan banyak, jadi perjalanan ke onsennya telat. 08.45 pagi baru keluar dari hotel. Untungnya udara bagus banget. Cerah tapi ga terlalu panas. Seperti biasa memang niatny kita keliling Beppu g’ pake public transportation biar bisa santai dan menikmati kota ini. Rute yang digunain pun bukan jalan umum, tapi nyari jalan tersingkat, masuk gang, melewati sungai, ngelewatin perumahan orang yang satu kali bikin gw kaget karena gonggongan anjing pas kita lewat satu rumah. Satu hal lain yang bikin gw kagum disini, seperti kota lainnya di Jepang, sungainya itu lumayan bagus dan bersih walau pinggirnya di beton tapi rapi. Sedikit informasi nih, dapatnya dari sensee, katanya kalau manajemen sungai seperti ini merupakan kesalahan karena ekosistem sungai jadi terganggu, walaupun bagus diliat tapi komponen biotik dan abiotik aslinya jadi hilang. Jadi sejak lama sungai seperti ini di reklamasi lagi, pinggir beton ditutupi tanah lagi biar tumbuhan a.k.a rumput-rumputan bisa tumbuh tapi ya g’ semua sungai juga bisa dikembalikan seperti semula. Mungkin karena terlalu banyak kali ya.
Dan waktunya tiba...sumpah...ini waktu paling memalukan
bagi gw. Untung kulit gw gelap kalau putih pastinya muka gw dah merah saking
malunya harus melepas pakaian satu per satu dekat orang banyak. Sebenarnya g
ada juga sih yang mesti dikhwatirin karena g bakalan ada juga yang ngeliat tapi
dasarnya ya gw kan g biasa... hahaha... setelah siap, turun tangga dan masuk ke
onsen. Untungnya gw bawa handuk kecil dari hotel jadi setidaknya bisa nutupin
bagian terpenting biar g terlalu vulgar hahahah. Ada sekitar 3 kolam berbeda di
ruangan pertama ini, setelah bilas badan (ini tradisinya, sebelum masuk ke
kolam onsen mesti bilas badan dulu), gw langsung nyebur ke kolam yang bentuknya
itu mirip logonya Hyotan Onsen. Setidaknya sekarang malunya sudah sedikit
berkurang karena orang-orang disini pada cuek ya udah gw belajar cuek juga.
Cukup lama berendam kemudian pindah lagi ke ruanga sebelahnya... disini ada air
yang jatuh dari pipa ketinggian kira-kira 3 meter mungkin, lumayan buat pijit
badan. Terakhir kita jalan ke onsen outdoor. Disini airnya lebih panas jadi
sebentar donk jadi mutusin pindah ke dalam lagi. Kurang lebih se jam berendam,
merasakan sensasi onsen di Jepang, kita beres-beres. Di ruang gantinya sangat
convenience karena ada beberapa hair dryer sama kaca yang lebar jadi selesai
mandi penampilan ga acak-acakan J.
Dari hyotan onsen kita lanjut jalan lagi ke umi jigoku salah satu dari “neraka sembilan” yang lebih dikenal dengan Beppu Jigoku yang artinya Neraka Beppu. Air panas ini temperaturnya sangat tinggi makanya disebut neraka. Karena udah siang jadi kita mutusin hanya ke satu neraka. Yaitu Umi Jigoku. Warna airnya biru bersih dan ada semburan uapnya. Puas berkeliling dan foto-foto kita balik dan di perjalanan pulang mampir di joyful lagi karena ini tempat terdekat dan makanannya yang bisa gw makan J
Dari hyotan onsen kita lanjut jalan lagi ke umi jigoku salah satu dari “neraka sembilan” yang lebih dikenal dengan Beppu Jigoku yang artinya Neraka Beppu. Air panas ini temperaturnya sangat tinggi makanya disebut neraka. Karena udah siang jadi kita mutusin hanya ke satu neraka. Yaitu Umi Jigoku. Warna airnya biru bersih dan ada semburan uapnya. Puas berkeliling dan foto-foto kita balik dan di perjalanan pulang mampir di joyful lagi karena ini tempat terdekat dan makanannya yang bisa gw makan J
Perjalanan hari ini berhenti sejenak...gw kecapean plus karena kepanasan kepala nyut-nyutan so mampir hotel dulu. Jam 15.30 sore jalan-jalannya dimulai lagi. Niat awalnya mau ke museum tapi menurut jadwal museumnya tutup jam 16.00 jadi pastinya nyampe sana museumnya dah tutup. Akhirnya kita mutusin jalan ke pantai aja menyusuri jalan. Pantainya bersih, pemandangannya bagus. Lumayan rame sore ini karena lokasinya bagus untuk jogging atau hanya untuk jalan-jalan santai. Perjalanan dilanjutkan menyusuri jalan besar, singgah di shopping mall dan lanjut terus jalan hingga akhirnya mentok di Beppu Eki. Puas foto-foto kita balik, singgah di restoran India yang kemaren trus balik ke hotel.
Ini waktunya pulang..... setelah sarapan, beres-beres kita check out hotel, valdy balik ke Fukuoka, gw balik ke Ube tercinta... and Sayonara, let’s meet up in another time in Singapore or Indonesia pas lu pulang kampung J
Kamis, 18 Februari 2016
One Day Trip Gratis, Alhamdulillah
One day trip with trainers for
JICA program
Nah ini
dia jalan2 lagi. Awalnya nih tanggal 29 november itu udah mau fix jalan ke
Hiroshima sekitar 2 hari (29-30 November) sama teman dari spain and beberapa
teman lainnya. Rencana ini buyar begitu tau kalau suhu bakalan ngedrop terus
(kalau ini sih alasan) karena sebelumnya ada tawaran one day trip gratis
nemenenin peserta pelatihan dari Indonesia. Ini program dari JICA yang
bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia (ini kalau saya tidak
salah ya). Hitunga2an kalau ke Hiroshima kan bisa kapan2 tapi kalau tawaran
trip gratis kan jarang2 J
Soooooo jadilah membatalakan acara ke hiroshima dan
berangkatlah one day trip ke Rurikoji, Akiyoshidai dan Hagi city. so let`s go.... J
Pagi2 berangkat dari kaikan mengayuh sepeda (lumayan
olah raga dikit di tengah suhu yang mulai dingin, kebetulan lagi mau masuk
winter). Sekitar setengah jam nyampe di Kokusai hotel. Oh ya di rombongan yang
ikut pelatihan ini ada kenalan gw, Mb` Gita. Kebetulan dulu kita ikut diklat
bareng di Serpong. Nah disini pas nyampe say hai dulu karena sebelumnya gw dah ketemu
mereka dan nemenin ke kota sebelah (ya elah kesannya gimana ya kota sebelah)
tepatnya nemenin mereka shopping dan naik kereta ke Sunpark di Onoda.
Perjalanan ke onoda ini sepertinya meninggalkan kesan yang mendalam bagi teman2
yang ikut pelatihan karena saya dan miriam (teman dari spanyol) miscom tentang
nama stasiun (ini diceritain di halaman lain deh nanti).
Sekitar jam 9 kalau g salah kita berangkat nih dari
kokusai hotel. Ada 3 mahasiswa Yamaguchi univ yang ikut. Kebetulan yang master
saya sendiri dan yang dua lagi mahasiswa doctoral mb` Dhita (kebetulan senior
di IPB) sama Bli Rama.
Sekitar sepulahan menit berjalan bus berhenti (kalau g
salah di sekitaran city hall nya kota ube). Ada beberapa orang lagi yang ikut
trip ini. Gw g tau namanya volunteer atau apa yang jelas menurut senpai
biasanya begitu. Kalau ada trip kaya gini biasanya ada yang diajakin dari
masyarakat (mungkin dari perkumpulan tertentu atau apa gw juga g terlalu
paham). Berhenti beberapa saat akhirnya jalan lagi. Tujuan pertama RURIKOJI
TEMPLE. Ini perjalan ke dua saya ke sini
setelah perjalanan pertama yang lumayan drama J.
Sekitar sejaman nyampe deh di Rurikoji Temple.
Sejarahnya awalnya pada abad ke-16 samurai Ouchi Yoshihiro membangun Koshaku-ji
sebagai temple untuk memperingati anggota keluarganya. Di tahun 1442, pagoda
lima tingkat dibangun oleh Morimi yang merupakan adik dari Yoshihiro untuk
mengenang Yoshihiro. However, Koshakuji temple dipindah ke Hagi pada awal
periode Edo (lah ini kaya kenal nama ini, sshhhhhhaaaahhhaahhh #gw mulai
kege-eran). Setelah itu baru deh Rurikoji temple dibangun disini. Rurikoji
temple ini merupakan satu dari 3 pagoda terkenal di Jepang along with Daigoji
Temple di Kyoto dan Horyuji Temple di Nara (sumber informasi: dari informasi yang
tertera dekat temple). Bisa juga baca di link ini http://www.jnto.go.jp/eng/location/spot/shritemp/rurikoji.html
Kalau di Indonesia ada Dieang Plateau, di Yamaguchi
ada Akiyoshidai plateau. Terletak di kota Mine masih di Yamaguchi prefecture.
Lokasi ini merupakan daerah dengan konsentrasi karst tertinggi serta gua batu
kapur terluas dan terpanjang di Jepang. Kalau kesini benar-benar di manjain deh
sama pemandangan yang bagus. Berhenti di parkiran pintu masuk gua, dan berjalan
ke dalam gua (untuk harga tiket kurang tau karena ya tadi, namanya juga jalan
gratis jadi kita cuma dikasih tiket masuk aja J).
ini foto sama Masao Ukita Sensee sebelum masuk ke gua
Dan karena ini pertama kali gw kesini akhirnya gw suka
tertinggal di belakang (sengaja sih biar bisa poto-poto). Dan gw g sendiri, ada
senpai Dhita yang mau dimintain fotoin gw hahahahha.
ini dia Bli Rama dan Dhita
Puas poto-poto waktunya keluar. Trus pintu keluarnya mana? Haruskah gw manjat dinding trus tereak keluarkan akuuuuuu (lebaynya kumat). Eitsss g donk di dalamnya ada lift. Maksud lo?? Dalam gua ada lift?? Yup di dalam gua ini ada lift menuju ke puncak bukitnya...sooo ngantri yaaa....
Ok, sekarang waktunya makan siang. Bus yang tadi
nurunin kita di pintu masuk dah standby di pintu keluar. Ambil makanan trus
nyari spot bagus untuk menikmati makan siang yang tadi dah dibeli di
perjalanan. Kembali menyisihkan diri ke arah berbeda dari yang lain. Gw, Dhita
sama Bli rama ngambil posisi yang menurut gw bagus banget. Menikmati makan
habis itu lanjut poto-poto lagi J
Selesai dari Akiyoshidai akhirnya lanjut lagi ke
tujuan terakhr Kota Hagi, Kota Samurai yang masih sangat tradisional banget.
Kota ini saat ini memang menjadi tujuan wisata sejarah di Jepang. Menurut http://www.yukkejepang.com/2014/01/i-report-hagi-kota-tua-tua-keladi.html, Hagi ini merupakan kota kastil yang pernah menempati posisi penting dalam old
storynya Jepang dimana Klan Mori pernah berkuasa selama 250 tahun dan memegang
peranan penting dalam Restorasi meiji yang membawa Jepang ke arah modernisasi.
Di sini kita muter-muter, liat-liat sekeliling, mampir di
sebuah rumah menikmati teh buatan tuan rumah. Untuk menikmati teh ini kalau g
salah bayar juga. Cuma sekali lagi ya gw g tau bayarnya berapa karena dibayarin
hahahaha. Sebelum masuk ke rumah ada sedikit keributan lho yang memancing
perhatian. Seorang bapak Samurai (halah pantes g nih gw pake kata Bapak #bodo
ah) tiba-tiba keluar dari rumahnya. Tiba-tiba anak dari salah seorang dari
rombongan kita lari mendekat dan minta foto. Si Bapak Samurai yang dengan
perlengkapan dengan ramah membolehkan (awalnya gw ngeri liat si Bapak #seram
soalnya). Tau donk reaksi yang lain seperti apa? Menikmati minum tehnya di
undur dulu, semuanya pada lari mendekati si Bapak samurai minta foto (cieeee si
bapak jadi seleb niihhh).


ini di depan rumah tempat acara minum tehnya
Selesai minum teh ada teman dari Indonesia yang ngasih oleh-oleh sama si ibu yang nyediain teh. Si ibunya sampai terharu dan berkaca-kaca karena biasanya katanya g ada yang ngasih souvenir ke dia J (itulah kami bu, orang Indonesia memang suka begitu).
Ok, perjalanan keliling-kelilingnya lanjut lagi. Masih muter-muter dan sekali lagi masih foto-foto...eits...tiba-tiba Kobayashi san bawa empat cewe dengan Kimono nya...sepertinya mereka habis ada acara trus diminta Kobayashi san foto-foto sama kami. Jadilah mereka berempat objek lensa kamera.
Tujuan akhir telah tercapai (kota hagi) dan selanjutnya kembali ke Ube. Sekitar jam 8-9 malam nyampe di ube. Butuh tantangan besar dengan cuaca malam yang dingin mengayuh sepeda balik ke kaikan. Tapi untunglah persiapan pakaian yang lumayan hangat sangat membantu setidaknya sampai joyfull (mengisi perut yang minta diisi) J
Langganan:
Komentar (Atom)






