tiada lagi
mau memmang tidak mau
pergi
jauh
tinggalkan
kita akan hidup masing-masing
aku punya hidup
tapi tidak selalu untukmu
karena bagimu
tidak ada aku atau kita
bagimu hanya ada kamu
maaf aku tidak mau
untuk hati, pikiran, masalah, dilemma, masa, kejadian dan setiap moment yang mungkin hanya dapat dituliskan dalam rangkaian kata...
Senin, 14 Februari 2011
Sabtu, 05 Februari 2011
kamu lagi
Pada saat ini adalah sebuah fase yang sulit bagi saya. Berpuisi mungkin bukan sebuah jalan keluar atau mungkin pelampiasan. Sebelumnya mengungkapkan sebuah keterlukaan melalui puisi sangat gamppang bagi saya. Setiap merasakan sebuah kesakitan akan sangat gampang bagi saya merangkai beribu kata untuk mengungkapkan apa yang terasa dalam hati saya. Dan sekarang, saya sedang tidak ingin berpuisi. Saya ingin mencoba mengobati luka ini yang telah berulangkali terkoyak. Tertutup kemudian terbuka lagi oleh orang yang sama. Dan kali ini saya hanya ingin tetap tersenyum mengobati luka hati saya karena saya yakin, bukan dia orang yang pantas mendapatkan sebuah perhatian, cinta dan kasih sayang yang tulus dari saya. Dan sekali lagi bukan dia orang yang pantas mendapatkan semua itu karena saya juga berhak bahagia dan saya ingin bahagia.
Memang benar pada awalnya ini adalah kesalahan saya karena saya terlalu memaksakan dia dengan perasaan saya. Namun ketika saya mempunyai orang lain yang benar-benar menyayangi saya dan pada akhirnya juga saya sayangi kenapa dia tiba-tiba mengungkapkan hal yang dari awal sangat ingin saya dengar dari dia dan memaksa saya untuk meninggalkan orang yang menyayangi saya itu. Memang benar mungkin bahwa ini adalah sebuah karma bagi saya karena saya telah menyakiti hati orang yang begitu tulus menyayangi saya. Dan jika ada yang tahu pada saat saya menyakiti hati orang lain, saya menangis. Meratapi segala kebodohan saya.
Dan sebulan setelah itu saya mendapatkan dia kembali menyakiti saya. Menyakiti saya hingga pada saat ini saya sangat hancur. Hancur...namun saya hanya ingin tetap tersenyum menyembuhkan luka ini sendiri dan tidak ingin mengizinkan luka ini lagi ketika semuanya telah bisa saya atasi.
Haaahhhh….sudah saatnya mungkin untuk saya menata hidup saya lagi…melupakan semua kenangan dan luka yang telah dia buat untuk saya. Dan seeandainya suatu saat dia kembali menyesali ini, menyesali semua yang telah dia lakukan pada saya, saya ingin dia mengingat kata-kata ini
“kalo lu mau keluar, yang keluar aja”
“jangan libatkan gw dengan perasaan lo yang aneh itu”
dan setiap goresan yang ada di dinding kamar saya semuanya adalah untuk dia. Ketika saya benar-benar hancur oleh dia. Dan sekarang bukan saatnya untuk saya berargumen lagi tentang cinta, kasih sayang dan pengorbanan. Saya hanya ingin melupakan semua luka yang telah dia buat dan ciptakan. Dan mengenai ruang hati saya, saya ingin mengunci ruang itu tanpa membukanya lagi. Kunci itu telah saya hancurkan dan buang dan tidak tahu dengan apa ruang itu bisa terbuka lagi. Yang jelas saya memang tidak menginginkan lagi ruang itu terbuka.
Satu kata lagi:
“saya sudah punya pacar sekarang”
Dan mudah-mudahan dia bisa menyayangimu melebihi saya menyayangimu, mencintaimu melebihi rasa cinta yang saya punya untukmu, berkorban untukmu melebihi pengorbanan yang pernah saya berikan untukmu. Karena saya tidak ingin mengizinkan kamu menyakiti saya lagi dan untuk itu saya tidak akan pernah melakukan pengorbanan-pengorbanan itu lagi. Segalanya cukup. Lupakan saya yang pernah mencintaimu, menyayangimu dan berkorban segalanya untukmu karena saya akan melupakan semua yang pernah terjadi antara kita. Berbahagialah sayang!!! Berbahagialah beib!!! Karena suatu saat saya pun pasti akan bahagia mesti tidak bersamamu!
Memang benar pada awalnya ini adalah kesalahan saya karena saya terlalu memaksakan dia dengan perasaan saya. Namun ketika saya mempunyai orang lain yang benar-benar menyayangi saya dan pada akhirnya juga saya sayangi kenapa dia tiba-tiba mengungkapkan hal yang dari awal sangat ingin saya dengar dari dia dan memaksa saya untuk meninggalkan orang yang menyayangi saya itu. Memang benar mungkin bahwa ini adalah sebuah karma bagi saya karena saya telah menyakiti hati orang yang begitu tulus menyayangi saya. Dan jika ada yang tahu pada saat saya menyakiti hati orang lain, saya menangis. Meratapi segala kebodohan saya.
Dan sebulan setelah itu saya mendapatkan dia kembali menyakiti saya. Menyakiti saya hingga pada saat ini saya sangat hancur. Hancur...namun saya hanya ingin tetap tersenyum menyembuhkan luka ini sendiri dan tidak ingin mengizinkan luka ini lagi ketika semuanya telah bisa saya atasi.
Haaahhhh….sudah saatnya mungkin untuk saya menata hidup saya lagi…melupakan semua kenangan dan luka yang telah dia buat untuk saya. Dan seeandainya suatu saat dia kembali menyesali ini, menyesali semua yang telah dia lakukan pada saya, saya ingin dia mengingat kata-kata ini
“kalo lu mau keluar, yang keluar aja”
“jangan libatkan gw dengan perasaan lo yang aneh itu”
dan setiap goresan yang ada di dinding kamar saya semuanya adalah untuk dia. Ketika saya benar-benar hancur oleh dia. Dan sekarang bukan saatnya untuk saya berargumen lagi tentang cinta, kasih sayang dan pengorbanan. Saya hanya ingin melupakan semua luka yang telah dia buat dan ciptakan. Dan mengenai ruang hati saya, saya ingin mengunci ruang itu tanpa membukanya lagi. Kunci itu telah saya hancurkan dan buang dan tidak tahu dengan apa ruang itu bisa terbuka lagi. Yang jelas saya memang tidak menginginkan lagi ruang itu terbuka.
Satu kata lagi:
“saya sudah punya pacar sekarang”
Dan mudah-mudahan dia bisa menyayangimu melebihi saya menyayangimu, mencintaimu melebihi rasa cinta yang saya punya untukmu, berkorban untukmu melebihi pengorbanan yang pernah saya berikan untukmu. Karena saya tidak ingin mengizinkan kamu menyakiti saya lagi dan untuk itu saya tidak akan pernah melakukan pengorbanan-pengorbanan itu lagi. Segalanya cukup. Lupakan saya yang pernah mencintaimu, menyayangimu dan berkorban segalanya untukmu karena saya akan melupakan semua yang pernah terjadi antara kita. Berbahagialah sayang!!! Berbahagialah beib!!! Karena suatu saat saya pun pasti akan bahagia mesti tidak bersamamu!
Langganan:
Komentar (Atom)